Sejarah Perubahan Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Sejarah Perubahan Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Perubahan Kurikulum Pendidikan – Apakah kalian tahu sudah berapa banyak dalam sejara kurikulum pendidikan di Indonesia berganti? Dalam sejarahnya, kurikulum pendidikan di Indonesia sudah berganti sabanyak 10 kali. Sejak tahun 1945 hingga 2020 dengan kurikulum merdekanya yang diterapkan di tahun 2022 ini.

Seringya perubahan kurilkulum pendidikan yang ada di Indonesia ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari politik, ekonomi, dan pertimbangan-pertimbangan yang lainnya. Tapi yang jelas, setiap kurikulum yang diterapkan selalu berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Baca Juga : PABP adalah Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Berikut Penjelasannya

Berikut kurikulum yang sebelumnya pernah diterapkan di sistem pendidikan di Indonesia.

Kurikulum Rencana Pelajaran (1947)

Dalam sejarah kurikulum pendidikan Indonesia hingga saat ini, Kurikulum Rencana Pelajaran menjadi yang pertama, yang merupakan kurikulum lanjutan yang sebelumnya pernah digunakan dalam sistem pendidikan semasa penjajahan Belanda, atau dalam bahasa Belanda disebut dengan leer plan yang berarti rencana pelajaran. Kurikulum Rencana Pelajaran ini memiliki tujuan yang menfokuskan pendidikan pikiran dan pendidikan karakter bagi setiap warga negara Indonesia. Kurikulum Rencana Pelajaran 1947 ini mulai diterapkan di sekolah-sekolah sejak tahun 1950.

Kurikulum Rencana Pelajaran Terurai (1952)

Pada perubahan kurikulum pendidikan selanjutnya, disebut sebagai cikal bakal dari pendidikan id Indonesia hingga sekarang ini. Yaitu Kurikulum Rencana Pelajaran Terurai, dalam kurikulum ini terdapat rincian mata pelajaran yang sudah menggunakan silabus sebagai pokok-pokok atau isi materi pelajarannya. Pada kurikulum ini juga seorang guru harus memiliki tanggung jawab untuk mengajar atau menguasai satu mata pelajaran.

Kurikulum Pendidikan di Indonesia
Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Kurikulum 1964

Selanjutnya ada Kurikulum 1964, dimana pada saat itu pemerintah Indonesia menerapkan program Pancawardhana sebagai pembekalan di tingkat Sekolah Dasar (SD), yaitu pendidikan bagi siswa SD yang meliputi pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral. Kemudian, untuk mata pelajarannya sendiri dibagi menjadi 5 kelompok mata pelajaran yaitu, moral, kecerdasan, emosional atau artistik, keterampilan, dan jasmani.

Kurikulum 1968

Selanjutnya ada Kurikulum 1968, yang merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Pelajaran Terurai (1952) sampai Kurikulum 1964. Pada kurkulum ini terjadi perubahan pada program Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 ini bertujuan untuk membentuk karakter bangsa yang berjiwa Pancasila sejati, yang kuat secara jasmani, punya kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, memiliki budi pekerti, dan beragama.

Kurikulum 1975

Pada Kurikulum 1975 sistem pendidikan di Indonesia memiliki orientasi pada tujuan dengan harapan dapat lebih efektif dan efisien segala proses pembelajarannya. Pada Kurikulum 1975 inilah mulai dikenal istilah satuan pelajaran yang juga bisa disebut sebagai rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran tersebut diperinci lagi menjadi petunjuk umum, tujuan instruksional khusus, materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar mengajar, hingga evaluasi. Banyak pihak yang mengkritik Kurikulum 1975 tidak ideal untuk diterapkan dikarenakan beban tugas yang dibebankan terhadap guru yang terlalu banyak dalam melakukan rincian tersebut.

Kurikulum 1984

Selanjutnya ada Kurikulum 1984, kurikulum ini sering juga disebut sebagai Kurikulum 1975 yang disempurnakan. Karena melalui Kurikulum 1984 ini menempatkan siswa sebagai subjek belajar yang diharapkan dapat mengamati sesuatu, mengelompokan, mendiskusikan, hingga melaporkan hasil pengamatan dan diskusi mereka. Kurikulum 1984 ini menggunakan metode CSBA (Cara Belajar Siswa Aktif) atau disebut Student Active Learning (SAL).

Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999

Kurikulum ini merupakan revisi dari kurikulum pendidikan sebelumnmya yang dinilai tidak memiliki dasar perbedaan yang begitu prinsipil. Pada kurikulum ini ada perubahan pada sistem pembagian waktu pelajaran dari semester ke caturwulan. Dengan perubahan pembagian waktu tersebut, diharapkan siswa dapat menerima materi pembelajaran lebih banyak dalam pembagian tiga caturwulan yang ada dalam setahun. Tujuan pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan keterampilan menyelesaikan soal dan hingga pemecahan masalah.

Perubahan Kurikulum Pendidikan di Indonesia
Perubahan Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Kurikulum 2004

Kurikulum 2004 atau yang lebih dikenal dengan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yaitu kurikulum yang menjadikan perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, nilai serta sikap yang ditunjukkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Pada Kurikulum 2004 ini mendapatkan kritik perihal kaitan alat ukur kompetensi siswa dengan ujian yang masih dengan format pilihan ganda. Karenaa setelah dilakukan uji coba di Pulau Jawa dan kota-kota besar di luar Pulau Jawa, KBK ini dianggap kurang memuaskan bagi para guru atau tenaga pengajar yang menerapkannya.

Kurikulum 2006

Berbagai kekurangan yang menjadi kritik pada KBK berakhir di awal tahun 2006 yang kemudian digantikan lagi dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi siswa dan teknik evaluasi pelajaran tidak banyak yang mengaalami perubahan dibanding dengan KBK. Akan tetapi, terdapat perbedaan yang cukup signifikan untuk guru yang diberikan kebebasan dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa di sekolah masing-masing.

Kurikulum 2013

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada saat itu, Muhammad Nuh, menjelaskan bahwa pada Kurikulum 2013 tersebut akan lebih menekankan pada pemikiran kompetensi yang berbasis pada sikap, keterampilan, dan juga pengetahuan. Pada kurikulum ini guru diharapkan dapat mendorong siswanya untuk dapat melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengomunikasikan apa yang telah siswanya pahami setelah menerima materi pembelajaran dari Guru. Kemudian untuk para siswa itu sendiri, diharapkan dapat memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar mereka, kemampuan interpersonal, antar-personal, dan juga memiliki kemampuan berpikir kritis.

Kurikulum Merdeka (2022)

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Proyek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Proyek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

Baca Juga : Pengenalan Kurikulum Merdeka dan Arti p5 dalam Kurikulum Merdeka

Demikianlah sejarah singkat perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di lain bahasan.

Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia-sia.

Anda mungkin juga suka