Pengertian Wacana, Jenis, dan Contoh

Pengertian Wacana

Wacana adalah satu rangkaian kalimat yang memiliki keterikatan dan bisa menguhubungkan asumsi yang satu sama asumsi yang lain yang ada dalam satu kesatuan arti yang antara sisi di pada suatu bangun bahasa.

Wacana tempati hierarki paling atas dalam jenjang kebahasaan karena sebagai unit gramatikal paling tinggi dan paling besar. Dan wacana dapat berbentuk kata, kalimat, paragraf, atau cerita yang paling utuh dan semakin besar, seperti artikel atau buku. Kalimat yang kerap kali digunakan dalam wacana mempunyai potensi sebagai kalimat, bukan kata yang keluar kerangka. Wacana benar-benar tergantung pada kesatuan dan orisinalitas elemen arti dan kerangka yang lengkapinya.

Apa yang dimaksud dengan wacana?

Ada banyak pengertian lain mengenai wacana menurut pakar seperti berikut :

Pengertian wacana menurut James Deese, wacana merupakan seperangkatan asumsi yang sama-sama terkait keduanya agar bisa hasilkan rasa yang kesatuan atau rasa kohesi untuk sang penyimak atau pembaca. Kesatuan dan kohesi akan ada dari isi wacana.

Menurut Fatimah Djajasudarma (1994:1), wacana adalah satu jejeran kalimat yang sama-sama terkait, dapat menyambungkan asumsi yang satu sama lainnya, membuat satu satu kesatuan.

Berdasar wujud atau macamnya, wacana dibagi jadi empat. wacana cerita, deskripsi, eksposisi, argumentatif, dan persuasi. Berikut keteranganya di bawah ini :

Wacana Cerita

Cerita sebagai narasi yang didasari pada urut-urutan satu peristiwa atau kejadian. Cerita bisa berupa cerita ekspositoris dan cerita imajinatif. Elemen yang perlu dalam sebuah cerita ialah peristiwa, figur, konfik, jalur/plot, dan latar yang terdiri dari latar waktu, tempat, dan situasi.

Wacana Deskripsi

Deskripsi sebagai cerita yang memvisualisasikan/satu object berdasar hasil penilaian, hati, dan pengalaman penulisnya. untuk capai kesan-kesan yang prima untuk pembaca, penulis menguraikan object dengan kesan-kesan, bukti, dan citraan. Bila disaksikan dari karakter objectnya, deskripsi diperbedakan atas 2 jenis, yait deskripsi Imajinatif/Impresionis dan deskripsi faktual/ekspositoris.

Wacana Eksposisi

Cerita eksposisi adalah sebagai satu cerita yang menjelaskan atau menerangkan secara terinci (menjelaskan) suatu hal dengan arah memberinya informas dan meluaskan pengetahuan ke pembacana Cerita eksposisi umumnya dipakai pada beberapa karya ilmiah seperti artikel ilmiah, makalah-makalah untuk seminar, simposium, atau penataran.

Tahap-Tahap menulis cerita eksposisi, yakni tentukan object pengamatn, tentukan arah dan skema penyuguhan eksposisi, mengumpulkn data atau bahan, membuat rangka cerita, dan meningkatkan rangka jadi cerita.

Peningkatan rangka cerita berupa eksposisi dapat berpola penyuguhan posisi topik yang ada dan posisi klimaks dan antiklimaks.

Wacana Argumentasi

Cerita argumentasi adalah karangn yang berisi opini, sikap, atau penilaian pada sesuatu hal yang dibarengi dengan argumen, bukti-bukti, dan beberapa pernyataan yang rasional. Arah dari cerita argumentasi ialah usaha memberikan keyakinan pembaca akan kebenaran opini pengaran.

Tingkatan menulis karangn argumentasi, yakni tentukan topik atau topik persoalan, merangkum arah penulisan, kumpulkan data atau bahan berbentuk: bukti-bukti, bukti, atau pengakuan yang memberikan dukungan, membuat rangka karangana, dan meningkatkan rangka jadi cerita.

Peningkatan rangka cerita argumentasi dapat berpola sebab-akibat, akibat-sebab, atau skema perpecahan permasalahan.

Contoh Wacana

Berikut contoh dari wacana yaitu :

Contoh Wacana Pendek :

  • Awas ada kaca
  • Open ( pintu masuk)

Contoh Wacana Sedang :

  • Sangat sulit mencari premium di Pom bensin sekarang ini. Koruptor tersenyum ketika di Tanya penyidik. Nyepi membuat jalanan menjadi sepi.
  • Dijual cepat karena butuh uang. Sebuah HP Samsung A20 2020.Pemakaian Cewe. dicari yang serius no PHP.

Contoh Wacana Panjang :

  • Sejak diperbaiki rumah kami jadi nikmat untuk dihuni dan disaksikan, pada bagian ruangan tamu kami menukar bangku, lampu yang bervariatif, hiasan dan sebagainya. dan untuk pada bagian ruangan tamu tidak juga kami tambah hiasan yang menari mata dengan cat rumah yang warna tidak begitu menonjol. dan di bagian dapur meskipun minimalis namun tetap menggunakan kitchen set hingga bisa menganakemaskan mata.

Kesatuan Wacana

Kohesi

Kohesi sebagai jalinan antara kalimat dan paragraf, yang bisa mengakibatkan kalimat dan paragraf itu jadi satu kesatuan yang solid, hingga jadi sebuah wacana yang utuh. Wacana di atas menggunakan skema jalinan konjungsi. Konjungsi merupakan kata hubung.

Koherensi

Koherensi sebagai keterikatan di antara kalimat yang struktural. Keterikatan itu yang menyebabkan kamlimat jadi terintegrasi.

Itu keterangan jelas dan singkat mengenai "Pengertian Wacana, Tipe, Contoh Dan Kesatuan Wacana" yang dapat kami berikan. Mudah-mudahan artikel ini bisa menolong anda dalam cari artikel ini dan berguna buat anda. Terima Kasih.